Kamis, 13 Oktober 2011

*Agar Khusyuk Berdoa *.

1. Mengenai tip agar khusyu' dalam salat itu begini: disarankan bagi orang yg sudah paham bahasa Arab agar meresapi makna setiap kalimat yang dibacanya (bisa diperoleh dari buku-buku panduan salat). Namun, jika belum mendapatkan juga, satu-satunya cara ialah harap berlatih konsentrasi, meyakini bahwa dia saat salat itu sedang menghadap Tuhannya.

Konsentrasi itu bisa diperoleh dengan:

a. Tanamkan kesadaran sedalam-dalamnya bahwa salat adalah sebuah prosesi suci untuk menghadap Tuhan. Salat adalah cara komunikasi terbaik antara hamba dan Allahnya.

b. Pusatkan konsentrasi (untuk menghadap Allah) sejak beberapa menit sebelum salat.

c. Bebaskan pikiran dari kesibukan apa saja. Jika sekiranya ada suatu pekerjaan yang belum selesai, selesaikan dulu, atau sengaja istirahatkan sementara dan dilanjutkan nanti sehabis salat.

d. Biasakan mengingat Allah tidak hanya dalam salat. Tanamkan kesadaran bahwa Allah itu Maha Dekat (lebih dekat dari urat Nadi); Allah Maha Mengetahui segala gerak-gerik kita; Maha mendengarkan mendengarkan segala keluhan (sekalipun itu hanya dalam hati). Jika semua itu kita lakukan dengan tulus, sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Penyayang.

Langkah ke-4 inilah sebenarnya langkah terpenting dan menyeluruh. Jika kita bisa melaksanakannya, bisa dipastikan salat kita pun akan senantiasa khusyuk.

Membiasakan diri utk selalu mengingat Allah dalam segala tindakan, memang sulit, mula-mula. Tapi manakala kita mau berusaha dan berlatih, pasti bisa. Kita senantiasa memikirkan bagaimana agar kita bisa untuk itu. Karena kita tak pernah akan bisa mengerjakan sesuatu tanpa memikirkan bagaimana agar bisa. Ini semua tanpa mengurangi etos kerja, justru seharusnya semakin bersemangat dan tak mudah putus asa.

2. Dalam berdoa pun demikian, langkah ke-4 tersebut memegang peranan penting. Perasaan dekat bersama Tuhan di mana saja berada, menjadikan hati kita mudah membisikkan dan memanjatkan apa saja yang menjadi kebutuhan kita. Kita akan merasa senantiasa dekat dengan-Nya bila kita tidak pernah melanggar apa yang dilarangnya. Jangan sampai kita mengerjakan sesuatu yang menurut keyakinan/kemantapan kita bahwa sesuatu itu terlarang (kalau perlu yang makruh juga jangan).

Setiap kali kita melakukan sesuatu yang terlarang/haram, hal itu hanya akan membuat jarak bahkan menjauhkan diri kita dari Allah. Makanya dikatakan, iman kita pada Allah itu bisa bertambah dan berkurang. Akan bertambah jika kita melakukan segala ibadah secara ikhlas lillaahita'aala. Sebaliknya akan berkurang saat kita melakukan maksiat. Di saat seseorang melakukan maksiat, ia tahu bahwa yang dilakukannya itu maksiat. Ia sadar ia menjauhi kehendak hati nuraninya sendiri. Itu karena amal perbuatan adalah performa keimanan yang bersemayam di dada. Keimanannya utuh jika amal perbuatannya baik, dan menipis karena perbuatannya jelek, berdosa.

Itulah rahasinya mengapa dalam al-Qur'an berulang kali tertutur "alladziina aamanuu wa 'amiluushshaalihaat", orang-orang yang beriman dan beramal baik (saleh). Semakin tipis iman kita pada Allah, semakin jauh kita dariNya, semakin sulit doa kita terkabul.

Langkah yang juga penting, Anda harus sadar bahwa apa yang Anda doakan itu betul-betul yang Anda butuhkan. Karena Anda akan lebih meresapi apa yang Anda ucapkan jika itu memang merupakan kebutuhan. Tak perlu memakai bahasa Arab jika tak paham maknanya. Maka tak perlu menghafal sebuah doa, karena doa itu pekerjaannya hati. Biasanya, kalau sebuah (kalimat) doa itu sudah dihafal luar kepala, akhirnya bergeser menjadi pekerjaannya mulut, tidak keluar dari lubuk hati. Mulut komat-kamit sementara hatinya kosong. Percuma saja kalau demikian. Juga tak perlu muluk-muluk harus memakai doa hadiahnya kiai ini kiai itu. Sederhana saja doa itu, yaitu apa yang benar-benar menjadi desahan dan rintihan kalbu kita. Karena itulah kebutuhan kita.

Untuk memenuhi hal ini, kita harus senantiasa berfikir langkah apa yang telah dan akan kita lakukan hari ini, apa yang kurang dan adakah kiranya kendala menghadang. Maka kita lantas berdoa "Ya Allah, sukseskan tugas-tugasku hari ini."

Ketika mendengar ada kawan sakit, segera tuluskanlah hati anda memohon "Ya Allah, sembuhkanlah dia". Tak perlu lama-lama mencari-cari dan mengingat-ingat kalimat Arab "syafaakallaahu mariidhak" (semoga Allah menyembuhkanmu).

Di sinilah kebenaran hadis "al-du'aa' mukhkhul 'ibaadah" (doa adalah otaknya ibadah). Berfikir dan berdoa adalah dua langkah yang harus dijalankan secara berkelindan dan beriringan. Dengan kata lain, apa yang kita pikirkan itulah cita-cita kita yang harus kita panjatkan dalam setiap doa. Baik cita-cita itu tinggal selangkah lagi, atau masih sekian ratus di depan, harus kita doakan..kita pikirkan..kita doakan. Teruuus begitu. Jika demikian, langkah demi langkah kita adalah hasil fikiran yang baik. Dan kebaikan itu adalah ibadah.

Langkah lainnya adalah optimisme dalam berdoa. Banyak hadis yang menyiratkan hal ini. "Berdoalah dan serta-merta mantaplah doamu dikabulkan. Karena ketahuilah Allah tidak mengabulkan doanya orang yang hatinya lupa (akan apa yg didoakannya)".

"Saya (Tuhan) bersama prasangka hambaKU kepadaKU, jika dia optimis maka hasilnya seperti apa yang ia harap, jika pesimis pun demikian.. hasilnya jelek seperti yang ia duga."

Selain itu, 3 tip pertama (di atas) agar khusyuk dalam salat juga sesuai untuk dipraktekkan dalam berdoa. Karena kesamaan antara salat dan doa. Salat secara leksikal mempunyai arti doa. Salat adalah cara berkomunikasi dengan Tuhan, demikian pula doa.

Inilah di antara beberapa langkah dasar yang harus terpenuhi, agar bisa khusyuk dalam berdoa. Penting pula ditambah dengan tatacara : berdoa dalam keheningan fajar, setiap usai salat, menengadahkan kedua tangan dan tenang menghadap kiblat.

Wallahua'lam bisshawaab.
*Ainun Jariyah*(cpt).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SPONSOR